Catatan Hati
Perempuan : "Apakah kamu menyayangi saya lebih dari keluargamu?"
Lelaki : "Tidak..!"
Perempuan : "Kenapa? Sampai hati kamu buat saya ibarat ini."
Lelaki : "Saya punya alasan tersendiri."
Perempuan : "Baiklah, tolong katakan, saya ingin mendengar alasanmu."
Lelaki : "Saat saya mulai melihat alam dunia, bukan engkau yang membantu adzankan saya, tetapi ayah saya. Saat saya menangis di
tengah-tengah malam, bukan engkau yang membantu menenangkanku, tetapi ibu saya.
Jadi, tanpa kesabaran dan kesungguhan ibu dan bapak saya, siapalah saya? Sebab itu saya lebih menyayangi keluarga saya daripada engkau. Seperti yang saya katakan sebelum ini, menyayangimu yakni suatu keharusan Akan tetapi, menyayangi Allah, ibu dan bapak saya yakni suatu kewajiban."
sumber
BISNIS ONLINE
Lelaki : "Tidak..!"
Perempuan : "Kenapa? Sampai hati kamu buat saya ibarat ini."
Lelaki : "Saya punya alasan tersendiri."
Perempuan : "Baiklah, tolong katakan, saya ingin mendengar alasanmu."
Lelaki : "Saat saya mulai melihat alam dunia, bukan engkau yang membantu adzankan saya, tetapi ayah saya. Saat saya menangis di
tengah-tengah malam, bukan engkau yang membantu menenangkanku, tetapi ibu saya.
Jadi, tanpa kesabaran dan kesungguhan ibu dan bapak saya, siapalah saya? Sebab itu saya lebih menyayangi keluarga saya daripada engkau. Seperti yang saya katakan sebelum ini, menyayangimu yakni suatu keharusan Akan tetapi, menyayangi Allah, ibu dan bapak saya yakni suatu kewajiban."
sumber
BISNIS ONLINE
Komentar
Posting Komentar